Gagasan-gagasan

Posted: 12 Januari 2012 in Forum Gagasan

Hasil Diskusi Tim Formatur dengan pembanding Mas Wage Tanggal 19 Desember 2011
Mas Wage :
– Temu Teman melawan sakit hati (peksiminas, festamasio dll sampai temu teman) dengan aksi yang berkualitas
– Bagaimana membangun kesadaran teman-teman teater kampus untuk menghargai proses, 1 naskah ditawarkan ke beberapa komunitas untuk digarap dan dibandingkan.
– Bagaimana menciptakan isu (membangun isu) menjadi image yg besar
– Sub isu = mengangkat isu (permasalahan) tiap daerah, keanekaragaman budaya
– Tema unggulan, mixing dari semua aspek (politik, bisnis, industri, eksosbud, dll)
– Kesimpulan, menjaga keanekaragaman dr kejahatan2 asing yg merampas kebudayaan kita (indonesia)
– Teater penyadaran
– Setelah Temu Teman ini akan jadi seperti apa teater kampus?
Aan :
– Komunitas yg sebagai kontrol masyarakat dan kebudayaan (advokasi)
– Apatisme dan eksklusivisme komunitas masih melekat, walau berbeda ideologi,cara pandang bahkan paradigma, tetapi kita satu hoby dan kegelisahan,agar saling membant dalam proses
– Menghasilkan produk untuk dikonsumsi masyarakat
– Pekerja kebudayaan melakukan inovasi/terobosan baru
– Optimalisasi terhadap kebudayaan
– Pertimbangan tradisi
– Pelaku kebudayaan yg harus sadar
– Kebebasan yg membuat kita semakin melemah kian waktu, bagaimana solusinya?
– Menghilangkan individualisme dalam suatu komunitas dengan membangun spirit
– Saling mengingatkan kegelisahan
– Kerjasama antar komunitas
– Membuat laboratorium2 seperti lab naskah (riset) agar menjadi terobosan yg baru, tambahan referensi
– Indonesia yg kritis karna teater kampus (anak2 muda) yg saling menutup diri dgn orang2 yg lebih tua
– Visi : Teater kampus yg tidak mempunyai karakteristik (ikon), langkah apa (visi) dari teater kampus agar mempunyai karakteristik untuk kedepannya?
– Pertunjukan yang mengandalkan tampilan dan akhirnya menjadi tempelan.
– Kerja kebudayaan sama dengan membaca masa lalu
– Teater sebagai alat komunikasi.

ikhsan :
– Tidak ada yg memfollow up harus adanya advokasi langsung
– Posisi : Bagaimana sih batasan untuk teater kampus itu?seperti apa seharusnya mereka? Penyadar,pelaku ataukah hanya sebatas pencipta/pemerhati /penyampai isu saja?
Agus :
– Agar kita tanggap wacana
– Teater pentas ke kampung-kampung untuk mengenalkan
– Tuan rumah menyambut dengan pertunjukan

Iklan
Komentar
  1. Pertama, kami kok kurang setuju dengan istilah “melawan sakit hati”. Kalau Temu Teman ini melawan sakit hati terhadap aktivitas kesenian (Teater) lain, bagaimana bisa membangun jaringan dan melahirkan kreativitas yang jernis dan elegant?
    Kedua, Kerja Kebudayaan tidak sama dengan membaca masa lalu. Kebudayaan kontemporer lahir dari masalah kontemporer juga, bisa juga dari masalah masa lalu, tapi bukan kebudayaan masa lalu.
    Ketiga, Kebebasan tidak melemahkan, tapi memperkuat tatanan kehidupan sosial. Kebebasan yang menghasilkan kejahatan, anarkhi, korupsi dan sebagaimya, bukan suatu kebebasan, tetapi kedangkalan meresapi kehidupan oleh segelintir orang yang sebaiknya menjadi media kegelisahan.
    Teater Kampus adalah teater yang ditumbuhkan di lingkungan kampus untuk kemaslahatan umat manusia.
    Selamat ber”TEMU TEMAN”… Mari dibuka wacana teater yang jernih dan kreatif

    salam
    Teater Sendratasik FBS UNESA

Terimakasih Buat Kunjungan Teman-teman semua..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s