GARIS-GARIS BESAR HALUAN KEPANITIAAN (GBHK) TEMU TEATER MAHASISWA NUSANTARA (TEMU TEMAN) X 2012 PURWOKERTO-JAWA TENGAH

Posted: 12 Januari 2012 in Info Temu Teman X

BAB I

Umum

Pasal 1

a. Panitia adalah Tim Kerja yang dibentuk oleh Tim Formatur dan bertanggungjawab dalam kerja kepanitiaan serta pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara X di Purwokerto-Jawa Tengah pada tahun 2012.

b. Panitia melaksanakan kerja sesuai Garis-Garis Besar Haluan Kepanitiaan (GBHK),Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), serta Petunjuk Teknis Kepanitiaan dan Pelaksanaan (Juknis) Temu Teman X.

BAB II

WEWENANG

Pasal 2

Panitia mempunyai wewenang untuk mengatur dan melaksanakan kerja bersama,membuat jadwal pelaksanaan Temu Teman X serta kode etik kepanitiaan dan peserta.

BAB III

KEWAJIBAN

Pasal 3

Panitia berkewajiban melaksanakan hal-hal sebagai berikut :

a. Melaksanakan tugasnya sesuai Petunjuk yang telah digariskan dalam Garis-garis Besar Haluan Kepanitiaan (GBHK),Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), serta Petunjuk Teknis Kepanitiaan dan Pelaksanaan (Juknis) Temu Teman X.

b. Mengikuti agenda-agenda yang telah dibuat dan disepakati bersama.

c. Membuat keputusan mengenai segala sesuatu pembahasan kepanitiaan dan menyampaikannya ke pihak-pihak terkait.

d. Berkewajiban menaati keputusan bersama.

e. Panitia berkewajiban menaati kode etik dan instruksi Pimpinan yang kemudian dipertanggungjawabkan kepada masing-masing bidang diatasnya.

f. Panitia berkwajiban menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan jadwal waktu yang disepakati.

BAB IV HAK

Pasal 4

Panitia memiliki hak-hak sebagai berikut :

a. Menyampaikan aspirasi berupa opini,gagasan,usulan,kritik,masukan,sanggahan,pilihandan sebagainya dalam rangka pencapaian mufakat,atau dirasa perlu ada sesuatu yang harus diselesaikan dan membutuhkan solusi untuk pemecahan suatu persoalan dan atau dalam rangka penggalian inovasi demi pelaksanaan Temu teater Mahasiswa Nusantara yang bernilai dan berwarna.

b. Panitia berhak menyampaikan aspirasi pribadi dengan alasan yang jelas dan pasti.

c. Panitia berhak melaksanakan tugas dengan strategi,mekanisme,inisiatif maupun tata cara pribadi dan tidak bertentangan dengan GBHK,JUKLAK,JUKNIS serta Kode Etik Kepanitiaan.

d. Jika pada proses pelaksanaan terdapat beberapa personel panitia yang tidak melaksanakan tugasnya, pimpinan dalam kepanitiaan berhak menata ulang atau mereshufle kepanitiaan yang ada.

e. Masing-masing bagian dalam kepanitiaan dapat berkoordinasai dengan bagian-bagian lain dengan mekanisme dan tata kerja yang jelas.

f. Panitia berhak mendapatkan reward sesuai kesepakatan bersama.

BAB V

TUGAS

Pasal 5

Tugas-tugas Panitia adalah sebagai berikut :

a. Membuat Jadwal Pertemuan atau agenda-agenda kepanitiaan.

b. Membuat Kode Etik kepanitiaan dan acara.

c. Membuat Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Temu Teman X.

d. Membuat diskusi publik untuk menentukan sebuah tema besar.

e. Membuat Proposal,Surat-surat,Laporan Pertanggungjawaban dan segala hal yang berhubungan dengan administrasi kepanitiaan.

f. Mempublikasikan,mendesain dan mengkonsep acara sesuai dengan Petunjuk yang ada.

g. Menata kerja kepanitiaan sesuai dengan job deskripsi yang telah ditentukan oleh tim formatur.

h. Mengatur jalannya pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) X baik hal-hal dalam hal waktu,tempat,fasilitas,peserta,kerjasama dan sebagainya agar efisien efektif dan teratur.

i. Mengadakan evaluasi dan membuat Laporan Pertanggungjawaban.

BAB VI

SYARAT MENJADI PANITIA

Pasal 6 Syarat-syarat menjadi Panitia adalah sebagai berikut :

a. Delegasi dari masing-masing Teater Kampus di Banyumas Raya dan dibubuhkan surat delegasi dari Komunitas serta Surat Kesediaan yang dibuat oleh Tim Formatur sebagai arsip.

b. Personal yang dianggap berkompeten,berpengalaman dalam hal tertentu sesuai kebutuhan kepanitiaan.

c. Memiliki kemauan serta kemampuan untuk bekerja sebagai panitia.

d. Memiliki Komitmen untuk menyukseskan perjalanan Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) X dari awal sampai akhir. BAB VII

STRUKTUR KEPANITIAAN

Pasal 7

a. Pelindung

– Pelindung adalah tingkatan tertinggi dalam kepanitiaan, ditandai dengan jabatan tertinggi dalam struktur kepemerintahan daerah/pusat yang berada diatas kepanitiaan.

– Jumlah pelindung 1 (satu) orang.

– Melindungi kepanitiaan dan acara terhadap intervensi dari luar.

– Memiliki kuasa atas penandatanganan pada Lembar Pengesahan dan Sertifikasi.

b. Dewan Penasehat

– Dewan Penasehat adalah tingkatan tertinggi kedua dalam kepanitiaan, ditandai dengan jabatan dan posisi tertinggi dalam instansi struktur organisasi lembaga/instansi yang berada diatas kepanitiaan dan berada dibawah Pelindung baik terikat maupun tidak secara hierarki instansi/lembaga tersebut.

– Jumlah Penasehat maksimal 5 (lima) orang.

– Menjadi penasehat umum kepanitiaan dan acara yang bersifat koordinatif dan tidak terikat secara langsung.

– Penasehat 1 memiliki kuasa atas penandatanganan Lembar Pengesahan.

– Berfungsi sebagai penasehat, payung hukum dan perantara dengan urusan kehumasan.

c. Dewan Pembina

– Pembina adalah tingkatan tertinggi ketiga dalam kepanitiaan, ditandai atau tidak ditandai dan terikat ataupun tidak terikat posisi jabatan dalam struktur organisasi lembaga/pemerintahan yang berada diatas kepanitiaan.

– Jumlah Pembina maksimal 5 (lima) orang.

– Menjadi Pembina umum kepanitiaan dan acara yang bersifat koordinatif dan tidak terikat secara langsung maupun tidak langsung.

– Pembina 1 memiliki kuasa atas penandatanganan Lembar Pengesahan dan Sertifikasi.

– Berfungsi sebagai pengontrol, pemantau, penasehat, pembanding , penyeimbang dan tempat konsultasi dan terikat secara tidak langsung kepanitiaan.

d. Dewan Pertimbangan (DP)

– Dewan Pertimbangan (DP) adalah tingkatan tertinggi keempat dalam kepanitiaan, ditandai atau tidak ditandai dan terikat ataupun tidak terikat posisi jabatan dalam struktur organisasi lembaga/pemerintahan yang berada diatas kepanitiaan.

– Dewan Pertimbangan merupakan pengganti Stering Committe (SC).

– Dewan Pertimbangan (DP) merupakan perwakilan dari Budayawan atau Seniman atau akademisi, perwakilan dari salah satu komunitas yang pernah mengikuti Temu Teater Mahasiswa Nusantara dan dianggap berpengalaman serta beberapa perwakilan dari Tim Formatur.

– Jumlah Dewan Pertimbangan (DP) disesuaikan dengan kebutuhan.

– Berfungsi sebagai pemantau,penasehat,pembanding dan penyeimbang serta tempat konsultasi langsung Panitia Inti (Organizing Committe) yang bersifat koordinatif dan terikat secara langsung.

e. Penanggungjawab

– Penanggungjawab adalah tingkatan tertinggi kelima dalam kepanitiaan. ditandai atau tidak ditandai dan terikat ataupun tidak terikat posisi jabatan dalam struktur organisasi lembaga/pemerintahan yang berada diatas kepanitiaan.

– Penanggungjawab adalah Ketua Komunitas yang mempresentasikan pencalonan Tuan Rumah Temu Teater Mahasiswa Nusantara X pada Temu Teater Mahasiswa Nusantara sebelumnya.

– Menjadi penanggungjawab umum setelah Kepanitiaan Inti (Organizing Committe) terhadap pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara X yang bersifat koordinatif dan terikat secara langsung dengan kepanitiaan.

f. Organizing Committe (SC)

1. Ketua – Ketua adalah tingkatan tertinggi dalam kepanitiaan inti (Organizing Committe).

– Ketua dipilih oleh Tim Formatur dengan berbagai pertimbangan pengalaman, kemampuan dan kemauan.

– Menjadi penanggungjawab Ketiga dalam Kepanitiaan Inti (Organizing Committe) terhadap pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara X yang bersifat Instruktif dan koordinatif serta terikat secara langsung dengan kepanitiaan.

– Ketua dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Koordinator bidang yang masing-masing memegang beberapa seksi.

– Ketua bertugas memimpin proses pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara X dari awal terbentuknya kepanitiaan sampai berakhirnya kepanitiaan.

– Ketua berhak memberikan sanksi terkait personalia yang tidak melaksanakan tugasnya sesuai Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta Kode Etik yang telah disepakati bersama.

– Ketua berhak mengambil sebuah keputusan atas dasar musyawarah dengan Kepanitiaan Inti dan Dewan pertimbangan.

2. Koordinator Bidang

– Koordinator Bidang berada dibawah ketua dalam hierarki kepanitiaan inti (Organizing Committe).

– Koordinator Bidang dipilih oleh Tim Formatur dengan berbagai pertimbangan pengalaman,kemampuan dan kemauan.

– Koordinator Bidang menjadi penanggungjawab Kedua dalam Kepanitiaan Inti (Organizing Committe) terhadap pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara X yang bersifat Instruktif dan koordinatif serta terikat secara langsung dengan kepanitiaan.

– Koordinator Bidang memegang beberapa seksi yang berada dibawahnya.

– Koordinator Bidang I menaungi seksi Kesekretariatan,Acara, Kesehatan dan License Officer (LO).

– Koordinator Bidang II menaungi seksi Perlengkapan,Stage Management (SM),Konsumsi, serta Dokumentasi,Dekorasi dan Desain (D3). – Koordinator Bidang III menaungi seksi Humas,Publikasi,Transportasi,Keamanan dan Pendanaan.

– Koordinator Bidang berhak memberikan sanksi terkait personalia yang tidak melaksanakan tugasnya sesuai Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta Kode Etik yang telah disepakati bersama. – Koordinator Bidang berhak mengambil sebuah keputusan atas dasar musyawarah dengan Ketua dan seksi-seksi yang berada dibawahnya.

3. Sekretaris

– Sekretaris berada dibawah Ketua secara instruktif dan Koordinator bidang secara koordinatif dalam hierarki kepanitiaan inti (Organizing Committe).

– Sekretaris dipilih oleh Tim Formatur dengan berbagai pertimbangan pengalaman,kemampuan dan kemauan.

– Sekretaris dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang wakil Sekretaris.

– Sekretaris menjadi penanggungjawab dalam hal tata administrasi kepanitiaan dan acara.

– Sekretaris tidak berhak memberikan sanksi apapun terkait personalia yang tidak melaksanakan tugasnya.

– Sekretaris berhak mengambil sebuah keputusan terhadap pelaksanaan kerjanya atas dasar musyawarah dengan Ketua dan seksi kesekretariatan.

4. Bendahara

– Bendahara berada dibawah Ketua secara instruktif dan sejajar dengan sekretaris secara koordinatif dalam hierarki kepanitiaan inti (Organizing Committe).

– Bendahara dipilih oleh Tim Formatur dengan berbagai pertimbangan pengalaman,kemampuan dan kemauan.

– Bendahara dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang wakil Bendahara

– Bendahara menjadi penanggungjawab dalam hal pengelolaan dan sirkulasi dana/keuangan kepanitiaan dan acara.

– Bendahara tidak berhak memberikan sanksi apapun terkait personalia yang tidak melaksanakan tugasnya.

– Bendahara tidak berhak mengambil sebuah keputusan terhadap sirkulasi keuangan dan harus atas dasar pengetahuan,keputusan dan kebijakan dengan Ketua.

5. Seksi-Seksi

– Seksi-Seksi berada dibawah Koordinator Bidang secara instruktif dan koordinatif dalam hierarki kepanitiaan inti (Organizing Committe).

– Seksi-Seksi dipilih oleh Tim Formatur dengan berbagai pertimbangan pengalaman,kemampuan dan kemauan.

– Seksi-Seksi menjadi penanggungjawab dalam bidang-bidang terkait yang spesifik/khusus dan sifatnya terikat dan bertanggungjawab secara langsung kepada koordinator Bidang. – Koordinator Seksi berhak memberikan sanksi terkait personalia dibawahnya yang tidak melaksanakan tugasnya dengan terlebih dahulu bermusyawarah dengan Koordinator Bidang dan Ketua.

– Seksi-Seksi membuat jadwal kerja sesuai kebutuhan dan batas waktu kerja yang telah ditentukan dalam Petunjuk Teknis (Juknis).

– Seksi-Seksi berhak mengambil sebuah keputusan terhadap mekanisme kerjanya dan harus atas sepengetahuan Koordinator Bidang.

6. Tugas dan Wewenang serta Sub-Sub Bidang Seksi-seksi

– Seksi Kesekretariatan dan Informasi :

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal tata kesekretariatan dan pusat informasi (information center).

• Terbagi dalam 4 (empat) sub Bidang yaitu Pengarsipan yang menangani tentang arsip panitia dan acara,Penanggungjawab ATK yang menangani persoalan kebutuhan alat tulis kantor, Informan yang bertugas menjadi sumber informasi serta Resepsionis yang bertugas menerima tamu dan mengantarkan tamu sampai tempat tujuan pelaksanaan.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan.

– Seksi Acara

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal tata dan waktu serta petugas dalam acara dan pelaksanaannya.

• Bertanggungjawab dalam berbagai kebutuhan peralatan acara dan dapat berkoordinasi dengan bidang-bidang yang berkaitan.

• Terbagi dalam 2 (dua) sub Bidang yaitu Acara Inti dan Acara Pendukung.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan.

– Seksi Humas (Hubungan Masyarakat)

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal kehumasan seperti perijinan, undangan, pemberitahuan, survey lokasi dan peminjaman.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan.

– Seksi Transportasi

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal urusan dan fasilitas transportasi (kendaraan).

• Terbagi dalam 3 (tiga) sub bidang yaitu Transportasi Panitia,Transportasi Peserta dan Transportasi Wisata.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan.

– Seksi Pendanaan

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal urusan penggalian dana seperti sponsorship dan donasi.

• Terbagi dalam 2 (dua) sub bidang yaitu Donasi,Sponsorship.

• Jumlah Personalia diperbanyak untuk memenuhi kebutuhan kepanitiaan dan acara.

– Seksi Publikasi

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal urusan publikasi seperti iklan,promosi,peliputan,kerjasama dengan media dan mengelola website serta email Temu Teman X.

• Terbagi dalam 2 (dua) sub bidang yaitu Publikasi Regional dan Nasional.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan kepanitiaan.

– Seksi Dokumentasi,Dekorasi dan Desain (D3)

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Terbagi dalam 3 (tiga) sub bidang yaitu Desain,Dokumentasi dan Dekorasi.

• Desain bertanggungjawab terhadap pembuatan gambar,denah,sketsa.

• Hal-hal yang terkait dengan bagian desain yaitu desain interior,eksterior serta desain kesekretariatan dan publikasi acara.

• Dokumentasi bertanggungjawab dalam hal urusan pendokumentasian seperti pengambilan gambar,shooting dan editing video serta pengarsipannya.

• Dekorasi bertanggungjawab dalam hal tata ruang umum dan perhiasannya.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan kepanitiaan.

– Seksi Konsumsi

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Terbagi dalam 5 (lima) sub bidang yaitu Konsumsi Panitia,Peserta,Tamu,Acara dan Dapur Umum.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan kepanitiaan.

– Seksi Perlengkapan

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Terbagi dalam 5 (lima) sub bidang yaitu Perlengkapan Panggung,Perlengkapan Kebersihan,Perlengkapan Acara,Perlengkapan Peserta,Perlengkapan Transit Tamu,Perlengkapan Kesekretariatan dan Perlengkapan Transit Peserta.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan kepanitiaan.

– Seksi Kesehatan (P3K)

• Dipimpin oleh seorang koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal kesehatan baik dalam hal kerjasama,cek dan pengobatan serta persiapan darurat.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan kepanitiaan.

– Stage Management (SM)

• Dipimpin oleh seorang Stage Manager.

• Bertanggungjawab dalam hal kebutuhan panggung dan peleksanaan pertunjukan.

• Terbagi dalam sub-sub bidang yaitu Bidang Tata Panggung,Tata Lampu,Tata Rias dan Busana,Tata Suara,Pengkondisian Penonton dan serta Panggung Ekspresi. • Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan kepanitiaan.

– Seksi Keamanan

• Dipimpin oleh seorang Koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal kelancaran dan keamanan acara juga terkait dengan kerjasama.

• Dibagi dalam 2 (dua) sub bidang yaitu Keamanan Dalam dan Keamanan Luar.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan kepanitiaan. – Seksi License Officer (LO)

• Dipimpin oleh seorang Koordinator.

• Bertanggungjawab dalam hal pendampingan peserta.

• Jumlah Personalia disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah Komunitas Peserta.

BAB VIII

WAKTU

Pasal 8

a. Waktu kerja Panitia yaitu dari tanggal dibentuknya kepanitiaan sampai terpenuhinya semua tugas dan pekerjaannya seiring pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) X.

b. Waktu Pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) X dibatasi sampai 31 Desember 2011.

BAB IX

AGENDA

Pasal 9

Mengenai Agenda Panitia, mekanismenya diserahkan sepenuhnya kepada panitia.

BAB X

KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 10

Demikian Garis-Garis Besar Haluan Kepanitiaan (GBHK) ini agar dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.

Pasal 11

Adapun mengenai hal-hal yang belum dibahas dalam Garis-Garis Besar Haluan Kepanitiaan (GBHK) ini,akan diatur kemudian oleh panitia.

Pasal 12

Apabila terdapat hal-hal yang perlu dikoreksi atau terjadi kesalahan baik dalam penulisan maupun yang lainnya dapat dilakukan peninjauan kembali.

Tim Formatur Kepanitiaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) X.

                                                          Koordinator,                                                                                                                Sekretaris,

 

                                                          Agus Riyanto                                                                                                       Dannia Riski Ariani

 

Iklan

Terimakasih Buat Kunjungan Teman-teman semua..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s