TEMU TEMAN I

Posted: 12 Januari 2012 in History Temu Teater Mahasiswa Nusantara

Ulasan Singkat Temu Teman I Makassar

Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman I) berlangsung pada Tanggal, 22-28 April 2002 di Makassar, Sulawesi-selatan. Dengan tema, “Membidik Manusia Perempuan Dalam Pigura” Berdasarkan proposal, peserta mendapatkan undangan 60 komunitas dari  beberapa Institusi Perguruan Tinggi Se-Indonesia dengan kontribusi tiap tim  sebanyak Rp.250.000.

Komunitas yang memenuhi undangan saat  kurang lebih 20 komunitas. Lokasi kegiatan ini dilangsungkan di dua tempat, yaitu salah satunya benteng Somba Opu, tempat ini adalah salah satu situs sejarah Sul-sel, tempat ini dulunya adalah benteng kerajaan gowa,  sekarang diatasnya dibangun miniatur rumah-rumah adat Sul-sel.  Nah, miniatur rumah adat inilah yang dijadikan sebagai penginapan peserta. Tempat pertujukan dan sekaligus sebagai ruang presentase/seminar itu di tempatkan di salah satu rumah adat yang paling besar baruga Benteng Somba Opu  (baruga ini adalah memiliki ruang besar atau semacam aula), tetapi peserta juga diberikan kebebasan memilih tempat pertunjukan di sekitar lokasi benteng somba opu, misalnya Teater Kampus Unhas (TKU) dengan lakon “zag-zag” naskah/sutradara Ilham Rachomi yang lebih memilih tempat pertunjukan di space outdoor halaman rumah adat Kab. Kajang (bulukumba) dengan memanfaatkan rumah adat tersebut menjadi backdrop pertunjukannya. Tempat pertunjukan lainnya di Gedung Kesenian Makassar Societed de-Harmony (sekarang menjadi gedung kesenian Sulawesi Selatan). Temu teman I diikuti peserta antar pulau diantaranya; Sulawesi, Kalimantan dan Bali (waktu itu teater orok Bali mengirim satu orang delegasi bernama Dedy).

Hal-hal yang ditawarkan Temu Teman pada saat itu adalah event pertunjukan teater yang mengedepankan apresiasi, dan sharing antara segenap komunitas teater kampus yang menjadi peserta, sehingga ada semacam dialektika intelektual yang terjadi di dalamnya. Mengapa dialektika itu sangat diperlukan, karena banyak perbedaan persepsi ataupun konsep yang ada di tiap-tiap komunitas. Tidak perlu mencapai persamaan dalam hal tersebut tetapi lebih pada bentuk kesepahaman perbedaan yang tentunya akan memberi dampak positif berupa ilmu pengetahuan untuk perkembangan teater kampus di Indonesia, terciptanya transformasi pengetahuan dan informasi antar pulau sehingga perkembangan teater kampus di Indonesia akan bersifat menyeluruh. Tentu ini hal yang sangat kita idam-idamkan.

Kami sebenarnya kurang mengetahui dengan jelas, akan tetapi seingat kami gagasan itu muncul dan ditelorkan pertama kalinya oleh salah satu pendiri komunitas Unit Pengembangan Kreatifitas Seni Budaya dan Sastra UPKSBS UMI Universitas Muslim Indonesia (Teater Tangan), Ancha Ardjae Lalilo seusai mengikuti event nasional Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO) Samarinda Kal-tim yang dilaksanakan oleh Teater Yupa Universitas Mulawarman. Di event tersebut, anggota UPKSBS yang hadir juga selaku peserta delegasi yaitu Ahmad Fardi, Mamat Mariamang, Imran Jaya. Sementara rekan-rekan yang lain dari Makassar yakni, Teater Kampus Unhas (TKU); Ilham Rachomi, Fail, Anto, Zuhdi, Teater Talas Unismuh; Dede Leman, Tahir, Syarif. UKM Seni eS.A; Nehru, dan UKM Seni UNM.

Hal Yang penting ingin kami sampaikan adalah konsep, bentuk, semangat TEMU TEMAN bukan Cuma gagasan absolut dari teman-teman UPKSBS UMI (teater tangan), tetapi merupakan hasil diskusi yang sangat panjang teman-teman penggiat seni kampus di makassar terkhusus TKU Unhas, UKM seni Talas Unismuh, UKM Seni eSA UIN, UKM Seni UNM, Bestra UNM. Beberapa orang dari kampus yang berbeda inilah yang banyak melakukan diskusi sejak di tempat pelaksanaan sampai dia atas kapal yang mereka tumpangi saat pulang ke makassar. Hal ini diungkapkan oleh saudara Ibrahim Massidenreng yang juga salah satu pihak yang aktif mensukseskan Temu Teman I 2002.  Dan dengan prakarsa jaringan ini pulalah yang juga menginspirasi terbentuknya jaringan lembaga-lembaga seni kampus yang dinamakan Dewan Kesenian Mahasiswa Makassar (DKMM).

Setibanya di Makassar, Ancha Ardjae Lalilo mengabarkan keinginan itu kepada anggota UPKSBS. Dari rapat pengurus UPKSBS yang berkembang, beberapa rekan menawarkan beberapa nama kegiatan, termasuk TE’TENU, TETEMANU dan TEMU TEATER MAHASISWA INDONESIA (TTMI). Dari beberapa forum yang dilakukan baik itu di secretariat UKM SENI UMI maupun cafe Chimank yang terletak tepat di depan kampus I UMI, akhirnya hasil kesepakatan bersama rapat menetapkan memberi nama kegiatan tersebut “TEMU TEATER MAHASISWA NUSANTARA” atau disingkat Temu-Teman (bukan TTM). Secara filosofis, Temu-Teman jelas meniatkan sebuah pertemanan, silaturrahmi, senasib, berbagi pengetahuan, serta sama-sama tumbuh dan berkembang.

Setelah sah menetapkan nama kegiatan, dibentuklah kepanitiaan Temu-Teman I yang diketuai oleh Muhammad Yasin Yunus (Achin Burung), Mimit Pakasi (sekretaris), Sisva (Bendahara). Ada banyak pihak yang memberikan masukan berupa buah pemikiran untuk memoles kegiatan ini termasuk beberapa pengurus UPKSBS saat itu; Ikbal Adam. Imran Jaya, Fardi, Mamat Mariamang, Hapsa dg. Marala. Dan ada juga seorang alumni ISI Yogyakarta, jurusan teater yakni mas Arif Krying yang kebetulan berkunjung ke Makassar dan berbaur bersama kami.

Pada akhirnya berlangsunglah kegiatan Temu Teman I pada tanggal 22-28 April 2002. Adapun  bentuk bentuk kegiatan salah satunya pertunjukan dan presentase karya setelah pertunjukan, Setiap malamnya juga digelar forum diskusi terbuka dengan tema berbagai macam, yang pada beberapa hari terakhir lebih meruncing pada eksistensi lembaga seni kampus dan kaitannya dengan Badan Pembina Seni (Bapesmi) yang kemudian menjadi BSMI (Badan seni mahasiswa indonesia). Tema diskusi ini lebih fokus lagi pada salah satu program dan mungkin satu-satunya program dari BSMI yaitu Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional Indonesia). PEKSIMINAS kemudian dibedah oleh peserta diskusi berdasarkan pengalaman peserta yang pernah mengikuti, melihat dan mendengar tentang PEKSIMINAS di daerah masing-masing. Dari diskusi yang inilah, akhirnya lahir “Deklarasi Somba Opu” yang merupakan pernyataan kesamaan sikap dan pandangan tentang eksistensi BSMI bagi perkembangan teater kampus se-nusantara.

DEKLARASI SOMBAOPU

1. Merekomendasikan kepada Teater Yupa Universitas Mulawarman, Unikarta Universitas Kertanegara dan Teater Kaca Mata Widiyagaa Kalimantan Timur sebagai penyelenggara konsolidasi lanjutan pada bulan Juli 2002 tentang tindak lanjut dari Deklarasi Somba Opu.
2. Menolak metode pencarian dana BSMI yang sifatnya pungutan liar.
3. Merevitalisasi kelembagaan BSMI denhgan melibatkan mahasiswa secara aktif dalam kepengurusan dengan persentase 80% dan 20% birokrasi kampus.
4. Merekomendasikan kepada BSMI pusat untuk merobah metode perlombaan dalam PEKSIMINAS menjadi temu seni mahasiswa.
5. BSMI senantiasa memposisikan dirinya sebagai wadah pembinaan kesenian kampus secara langsung dan intens.
6. Apabila point kedua hingga point kelima tidak direalisasikan oleh BSMI di masing-masing daerah pencetus deklarasi ini, hingga batas waktu dua bulan setelah deklarasi ini, maka BSMI dengan tegas diboikot.

Ditetapkan di Somba Opu 28 April 2002
Pukul 00.30 WITA

Semangat untuk mempertemukan penggiat teater kampus tidaklah berjalan seperti membalikkan  telapak tangan, banyak persoalan yang muncul ketika teman-teman UKM SENI UMI mulai bergerak untuk membuat mimpi itu menjadi kenyataan. Mulai dengan persoalan internal kepanitian, pendanaan yang sangat minim untuk sebuah event nasional, sampai pada persoalan mental dan kesiapan panitia yang bisa dikatakan saat itu sangat labil. Begitupun pada saat Temu Teman berlangsung, masalah-masalah baru bermunculan dan yang paling dominan adalah persoalan teknis. Hal ini dimaklumi oleh panitia karena bagi mereka dengan fasilitas dan pendanaan yang minim, peserta pasti akan merasa tidak nyaman. Akan tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan keterbukaan panitia kepada semua peserta tentang kondisi kepanitian saat itu, dengan cara yang lebih intelektual tentunya.

Temu-Teman memang bukanlah perkara yang mudah dilaksanakan. Semuanya harus dengan kesamaan visi demi perkembangan teater kampus se-nusantara terkhusus di Indonesia. Keringat, peluh, tangis bukanlah hal yang mahal untuk sebuah cita-cita yang notabene akan kembali membesarkan teater kampus suatu hari nanti. Mungkin belum saat ini, tapi bukan tidak mungkin hal itu akan dirasakan oleh mereka yang kita sebut dengan ADIK….

Kami sangat berharap Temu-Teman ke-VII yang dilaksanakan di Bogor-Jawa Barat 18-24 Oktober 2010, bisa kembali merefresh ingatan-ingatan kita sehingga geliat-geliat karya dan pemikiran dari komunitas-komunitas teater kampus di Indonesia tidak serta merta hilang dari PETA PERKEMBANGAN TEATER MODERN INDONESIA.

SALAM TEATER

iip pasoloran

(Tulisan IIP PASOLORAN di blog pribadi)

Iklan

Terimakasih Buat Kunjungan Teman-teman semua..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s