seni Buncis dalam Ranah Filsafat

Posted: 18 Januari 2012 in Berbicara Lokalitas

oleh : Lickz_z@yahoo.com dalam http://indonesia-life.info/kolom/msgview/4150/425/no/425.html

Keberadaan buncis di Banyumas tidak lepas dari falsafah yang menjadi dasar dalam kehidupan masyarakat setempat. Jarwo dhosok buncis sebagai ‘bundhelan cis’ memiliki makna filosofi yang dalam terkait dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan masyarakat pendukungnya. Bahwa segala macam perkataan yang sudah terlontar melalui lisan, harus senantiasa dipegang teguh sebagai pedoman dalam langkah berikutnya. Hal ini disebabkan perkataan yang telah terucap laksana anak panah yang sudah lepas dari busurnya, tidak akan pernah bisa ditarik kembali. oleh karena itu apabila seseorang dalam hidupnya tidak memegang teguh perkataan yang telah terucap, maka dia akan berada dalam posisi tidak dipercaya oleh orang lain.
Dalam kepercayaan masyarakat Banyumas, mulut manusia seringkali menjadi media dari sabda Tuhan. Dalam situasi demikian sesungguhnya sedang terjadi kontemplasi, merasuknya kekuatan supernatural ke dalam badan wadag manusia. Istilah ‘Gusti Allah katon’ sangat populer di Banyumas yang menyiratkan bahwa manusia sewaktu-waktu tidak hadir sebagai pribadi yang mandiri. Kekuatan-kekuatan ghaib memungkinkan menyatu dengan dirinya, sehingga motif-motif perkataan seseorang bisa ‘numusi’ (menjadi kenyataan). Masyarakat Banyumas percaya seorang ibu memiliki kata-kata yang mengandung tuah tertentu (mandi) bagi anak-anaknya. Demikian pula kata-kata yang diucapkan oleh seseorang yang tengah dalam penderitaan sangat mungkin memiliki kekuatan ghaib yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup diri sendiri maupun orang-orang di sekelilingnya.

Banyak contoh yang dapat ditemukan di sini. Seorang ibu yang merasa sakit hati atas perbuatan anaknya, kemudian mengatakan bahwa kalau anaknya tidak menurut maka akan menemui celaka. Beberapa waktu kemudian anaknya pun mengalami celaka. Maka, seorang ibu tidak boleh mengatakan sesuatu yang buruk (ndhandhangi) terhadap anak-anaknya, karena hal itu menjadi kenyataan. Lain lagi, seseorang yang anaknya menderita sakit tiba-tiba mengatakan bahwa kalau anaknya sembuh akan ditanggapkan lengger. Setelah anaknya sembuh tetapi orang tua itu tidak segera menanggap lengger, maka anaknya menderita sakit lagi. Untuk menyembuhkan anak yang kembali sakit ini harus dilakukan dengan cara menanggap lengger. Inilah, kemudian ada istilah ‘kaul’, yaitu melaksanakan kata-kata yang sudah terucap di hari yang lalu; mbuang idu wayu atau ngluwari punagi.
Paham adanya kemungkinan hadirnya kekuatan supernatural melalui kata-kata yang terucap erat kaitannya dengan paham kosmologi masyarakat Banyumas. Kosmologi atau ilmu tenteng semesta alam menjadi dasar yang sangat kuat dalam diri setiap pribadi masyarakat yang berbingkai budaya Banyumas. Dalam hidupnya, manusia tidak sendirian. Dia hidup di bentangan alam yang luas dengan kekuatan-kekuatan supernatural yang tidak tampak dalam pandangan mata telanjang. Kekuatan tentang adanya Tuhan, indhang, leluhur, roh, jin, setan, memedi dan lain-lain ada dan melingkupi hidup manusia. Setiap kata yang meluncur dari lisan tidak hanya didengar oleh diri sendiri dan lawan bicaranya, tetapi juga oleh alam seisinya. Apabila seseorang dalam hidupnya sering berkata-kata yang tidak sesuai dengan kenyataan, maka dia akan kesiku, kewalat atau kenang sarik, yang menjadikan dirinya menemui kendala di hari esok. Satu-satunya cara agar selamat di hari depan, maka setiap orang harus berkata jujur sesuai dengan hati nuraninya. Paham demikian pada tahap tertentu hadir secara kultural dalam bentuk pola hidup ‘cablaka’, yaitu berkata terus terang apa yang dirasakan atau dipikirkan kepada orang lain di sekelilingnya. Pola hidup cablaka pada akhirnya menjadi dasar yang sangat kuat dalam hidup dan kehidupan masyarakat Banyumas secara keseluruhan.

Iklan

Terimakasih Buat Kunjungan Teman-teman semua..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s