PETUNJUK PELAKSANAAN (JUKLAK) TEMU TEATER MAHASISWA NUSANTARA (TEMU TEMAN) X PURWOKERTO-JAWA TENGAH TAHUN 2012

Posted: 28 Januari 2012 in Hasil Rapat Persiapan Temu Teman X, Info Temu Teman X

A.    PENDAHULUAN
Percaturan segala aspek dalam kehidupan saat ini menjadi satu ciri peradaban pos-modernisme. Percaturan itu bisa menjadi keberuntungan bagi siapa saja yang mampu memanfaatkan dengan baik kesempatan, moment serta peluang yang ada, akan tetapi dapat pula menjadi musibah bagi siapa saja yang tidak mampu beradaptasi. Hal ini juga menjadi persoalan pada diri teater Indonesia, apakah akan menjadikan jaman ini sebagai keberuntungan,ataukah musibah. Hal ini perlu dilakukan analisis khusus terkait keadaan diatas. Teater,terutama teater kampus harus mampu beradaptasi dengan jaman kalau memang teater membutuhkan pengakuan dari masyarakat dan tetap eksis dalam dinamika peradaban ini.
Selain itu, tata nilai yang ada dan dibangun teater menjadi modal kearifan tersendiri yang tidak dimiliki oleh sektor lain, terutama dalam tataran kesenian. Karakteristik inilah yang sebenarnya dapat dijadikan modal untuk menjadi pembeda dan nilai tawar. Sebuah catatan tersendiri bahwa teater kampus tidak akan lepas dari diri mahasiswa, teater kampus harus memilih keberpihakanpada siapa. selain itu, pembenahan diri dalam teater kampus, perlu direformulasi dan dimulai dari sekarang. Pembenahan itu melingkupi wilayah basis, keilmuan, tata kelola organisasi dan pertunjukan (manajemen) serta pengelolaan jaringan (networking) termasuk penonton dan masyarakat publik. Teater Kampus juga perlu untuk merancang visi kedepan untuk Jangka serta karakteristik masing-masing komunitas baik secara komunal maupun pertunjukan. Selain itu, bagaimana pengembangan teater kampus yang beriring dengan post modernisme ini dirasa perlu adanya semacam riset tentang teknologi maupun perkembangan sosial kemasyarakatan yang nantinya dapat dijadikan sebuah rekomendasi (solving) bagi masyarakat terkait persoalan-persoalan yang terjadi baik dalam segi sosial,politik,pendidikan,hukum,ekonomi, dan sebagainya. Menjadi manusia kreatif dan pencipta juga perlu diwujudkan pada personal teaterawan kampus agar dapat dijadikan figur masa depan yang pastinya akan menggantikan generasi sebelumnya. Persiapan-persiapan itu pun tidak serta merta harus dilakukan secara bersama dan perlu kesepakatan bersama secara menyeluruh, akan tetapi dapat dilakukan oleh masing pribadi dan komunitas. Tugas Teaterawan secara umum dalam wilayah nuisantara adalah memahami realitas (persoalan dan hambatan-hambatan) agar dapat memunculkan gagasan-gagasan untuk menjawab persoalan-persoalan yang ada secara bersama dalam wilayah nusantara.

Teater bukan tanpa sejarah, melainkan telah menapakkan sejarahnya dalam waktu yang lama, hingga saat ini. Akan tetapi sejarah teater Indonesia tidak mencatatkan hal itu dikarenakan beberapa faktor diantaranya; Power (kekuatan), Posisi, Dinamika, Kemapanan (Manajemen dan pendokumentasian). Karenanya perlu ada proses penyadaran dan pemahaman serta usaha pencapaian penyelesaian secara maksimal dan sehat secara umum terkait hal tersebut.

Pada tahun ini, Teaterawan  mahasiswa se-Nusantara melalui sebuah forum Temu Teater Mahasiswa Nusantara mempercayakan kepada Teaterawan Kampus Purwokerto untuk menjadi pelaksana Temu Teman X tahun 2012 dan agar mampu mengangkat nilai serta warna tersendiri untuk masa depan perteateran Indonesia. Agar pula mampu masuk dalam dunia percaturan umum di negara ini.

B.    DEKLARASI SOMBAOPU
Spirit Temu Teman ditandai adanya sebuah Deklarasi Somba Apu sebagai Tonggak pelaksanaan Temu Teman II dan seterusnya. Adapun isi piagamnya adalah sebagai berikut :
1.    Merekomendasikan kepada Teater Yupa Universitas Mulawarman, Unikarta Universitas Kertanegara dan Teater Kaca Mata Widiyagaa Kalimantan Timur sebagai penyelenggara konsolidasi lanjutan pada bulan Juli 2002 tentang tindak lanjut dari Deklarasi Somba Opu.
2.    Menolak metode pencarian dana BSMI yang sifatnya pungutan liar.
3.    Merevitalisasi kelembagaan BSMI denhgan melibatkan mahasiswa secara aktif dalam kepengurusan dengan persentase 80% dan 20% birokrasi kampus.
4.    Merekomendasikan kepada BSMI pusat untuk merobah metode perlombaan dalam PEKSIMINAS menjadi temu seni mahasiswa.
5.    BSMI senantiasa memposisikan dirinya sebagai wadah pembinaan kesenian kampus secara langsung dan intens.
6.    Apabila point kedua hingga point kelima tidak direalisasikan oleh BSMI di masing-masing daerah pencetus deklarasi ini, hingga batas waktu dua bulan setelah deklarasi ini, maka BSMI dengan tegas diboikot.
Ditetapkan di Somba Opu 28 April 2002
Pukul 00.30 WITA

C.    MAKSUD
Diantara maksud dari diadakannya Temu teater Mahasiswa Nusantara  secara umum adalah sebagai berikut:
–    Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman)  sebagai sarana silaturahmi Teater Kampus
–    Temu Teman sebagai wadah untuk menyukseskan Tujuan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
–    Temu Teman sebagai Media Pendidikan Kesenian.
–    Temu Teman menjadi wadah tukar pikiran, ide dan gagasan serta forum diskusi tentang persoalan daerah-daerah yang kemudian diakomodir menjadi persoalan bersama secara nasional.
–    Temu Teman diharapkan menjadi sebuah bank karya dan pusat dokumentasi karya mahasiswa.
–    Temu Teman dapat dijadikan  sebagai sarana promosi hasil kebudayaaan.
–    Temu Teman adalah ruang bebas. Bebas dari segi penyajian, bentuk, dan materi  acara.

D.    DASAR
Dasar dari pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara X secara umum adalah sebagai berikut :
–    Pancasila sila ke-3 dan ke-5, “Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.
–    Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 pasal 28 tentang “Kebebasan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dan pendapat dengan lisan dan tulisan, dan sebagainya…”
–    Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu; Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat.
–    Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
–    Hasil Temu Wicara 3 Temu Teman IX Riau.

E.    PROBLEMATIKA
Beberapa hal yang dianggap menjadi Problematika baik yang berhubungan dengan persoalan umum maupun khusus yang telah terjadi dalam pelaksanaan Temu Teater Mahasiswa nusantara I-IX berdasarkan analisa Tim Formatur adalah sebagai berikut:
a.    Visi Temu Teman
Visi Temu Teman menjadi persoalan tersendiri dan sangat penting karena melihat beberapa pelaksanaan Temu Teman yang tidak visioner. Karena Visi merupakan semangat awal yang menjadi ruh,maka visi harus jelas dan terkonsep dengan baik.
Visi Temu Teman ada dua hal yaitu jangka panjang dan pendek. Visi jangka panjang akan mempengaruhi sebuah peradaban dan kebudayaan. Visi jangka panjang sesuai yang dirumuskan dalam pelaksanaan temu teman I adalah sebagai berikut :
“…Hal-hal yang ditawarkan Temu Teman pada saat itu adalah event pertunjukan teater yang mengedepankan apresiasi, dan sharing antara segenap komunitas teater kampus yang menjadi peserta, sehingga ada semacam dialektika intelektual yang terjadi di dalamnya. Mengapa dialektika itu sangat diperlukan, karena banyak perbedaan persepsi ataupun konsep yang ada di tiap-tiap komunitas. Tidak perlu mencapai persamaan dalam hal tersebut tetapi lebih pada bentuk kesepahaman perbedaan yang tentunya akan memberi dampak positif berupa ilmu pengetahuan untuk perkembangan teater kampus di Indonesia, terciptanya transformasi pengetahuan dan informasi antar pulau sehingga perkembangan teater kampus di Indonesia akan bersifat menyeluruh. Tentu ini hal yang sangat kita idam-idamkan…..(IIP PASOLORAN,Alumni UMI Makassar yang pernah bergelut dalam UPKSBS-Teater Tangan UMI Makassar)

Adapun mengenai Visi Temu Teman jangka panjang pasca Temu Teman X diharapkan akan dibahas dalam forum khusus pada Temu Teman X.

b.    Tidak adanya Indikator Kualitas Pertunjukan
Kualitas pertunjukan juga menjadi persoalan penting karena dalam Temu Teman tidak ada standardisasi. Karenanya perlu semacam kurasi pertunjukan dan kurator pun seobyektif mungkin dalam menilai kualitas pertunjukan.

c.    Kurangnya Forum Dialektika
Salah satu arti penting Temu Teman adalah adanya dialektika antar peserta maupun antar komunitas. Dialektika yang dimaksud adalah untuk saling berbagi, mentransformasi pengetahuan dan wacana kedaerahan yang nantinya dapat dijadikan kekayaan bersama.

d.    Workshop yang belum berkualitas.

Tidak adanya simulasi dari teori-teori dalam workshop menjadi persoalan,begitu juga mengenai waktu pelaksanaan yang dirasa masih kurang. Karenanya perlu diantisipasi hal semacam itu. Selain itu, workshop yang diadakan masih dalam tataran dasar,maka workshop pada Temu Teman X adalah bersfifat lanjut. Inovasi workshop juga perlu dibangun seperti workshop riset teater, pengembangan teater, teknologi teater, dan sebagainya.

e.    Konsep
Konsep yang kurang matang pada pelaksanaan Temu Teman yang lalu menjadi catatan, karena konsep akan sangat berpengaruh pada pelasana dan pelaksanaan.

f.    Publikasi
Publikasi yang kurang intensif dan mencukupi membuat gaung temu teman IX dan sebelumnya dirasa kurang cukup. Perlu adanya semacam publikasi langsung dan besar-besaran dalam Temu Teman X, dan pasti membutuhkan biaya yang cukup besar pula.

g.    Kepanitiaan
Baik dalam proses pembentukan maupun pelaksanaan kerja panitia dirasa masih jauh dari profesionalisme kerja. Karenanya Temu Teman X perlu menjadi contoh bagi pelaksanaan berikutnya.

F.    PELUANG
Beberapa peluang yang dapat diraih oleh kepanitiaan maupun pihak-pihak yang terlibat dalam Temu Teman X sebagai berikut :
a.    Mengangkat dan Memajukan Derajat Kebudayaan Daerah.
Temu Teman X sangat sarat dengan persoalan kebudayaan,akan tetapi keadaan itu justru menjadi peluang bagi pelaksana maupun pihak-pihak terkait untuk mengangkat isu/persoalan kebudayaan daerah menjadi persoalan publik.

b.    Magnet
Purwokerto adalah daerah yang strategis untuk mengadakan sebuah acara, karenanya acara ini dapat dijadikan magnet untuk menarik simpati baik sponsor,pemerintah maupun peserta ikut memeriahkan Temu Teman X.

c.    Kepercayaan
Salah satu modal besar buat teater mahasiswa di Banyumas Raya adalah kepercayaan teater mahasiswa nusantara dan publik untuk melangsungkan Temu Teman X ini. Jangan sampai kesempatan ini tidak bernilai dan tidak bermanfaat baik untuk diri teater mahasiswa,kampus,daerah maupun kebudayaan dan masyarakat dalam lingkup nusantara ini.

d.    Jaringan
Temu Teman X dapat dijadikan media untuk menggaet jaringan, baik dalam lingkup regional,nasional maupun internasional (terutama di Asia Tenggara). Diharapkan pada Temu Teman X ini dapat menhadirkan pelaku teater dari luar negeri untuk menambah semangat Temu Teman menjadi ikon kejayaan Nusantara.

G.    HAMBATAN
Beberapa hal yang dirasa menjadi hambatan untuk pelaksanaan Temu Teman X adalah sebagai berikut :
a.    Kepedulian Masyarakat Terhadap Kebudayaan
Persoalan kebudayaan adalah persoalan bersama masyarakat secara umum. Akan tetapi kesadaran masyarakat masih dirasa kurang karena keterlibatan masyarakat untuk berupaya dalam penyelamatan maupun pelestarian kebudayaan semakin menurun.

b.    Media
Dukungan media terhadap pelaksanaan acara-acara mahasiswa/kampus masih sangat kurang,karenanya pada pelaksanaan Temu Teman X ini diharapkan bagi panitia dan semua pihak untuk saling membantu agar kepercayaan dan keterlibatan media dapat mencukupi kebutuhan, minimal dalam hal publikasi dan peliputan acara.

c.    Dukungan dari Birokrasi Kampus dan Daerah (Banyumas)
Persoalan mahasiswa adalah persoalan kampus,sedang persoalan kebudayaan adalah persoalan bersama yang dimotori Pemerintah Daerah. Akan tetapi berdasarkan relitas dan pengamatan, dirasa dukungan Pihak Kampus dan Pemerintah Daerah masih sangat kurang.

d.    Transportasi
Transportasi merupakan hal penting yang sangat mendukung pelaksanaan Temu Teman X, akan tetapi menjadi kendala tersendiri ketika panitia harus menyediakan berbagai macam kebutuhan transportasi untuk internal maupun eksternal kepanitiaan. Selain itu juga untuk transportasi darat menggunakan kereta,laut yang menggunakan kapal serta udara yang menggunakan pesawat saat ini terkendala pemesanan tiket dan jadwal trayek.

e.    Logistik
Salah satu persoalan penting dalam logistik adalah kebutuhan akan konsumsi (makanan). Panitia memilik kendala terhadap persoalan selera makan peserta yang berasal dari iklim dan geografis yang berbeda-beda. Kemungkinan makanan menjadi basi karena peserta bosan dengan jenis dan suguhan makanan sediaan panitia menjadi persoalan saat pelaksanaan.

f.    Fasilitas

Purwokerto tidak memiliki gedung yang representatif untuk pertunjukan teater. Fasilitas pertunjukan pun masih sangat terbatas. Karenanya panitia agar dapat mampu bekerjasama dengan teater kampus diuar daerah terdekat untuk peminjaman alat yang dibutuhkan dalam Temu Teman X.

g.    Pendanaan
Persoalan berikutnya terkait kesuksesan acara adalah persoalan pendanaan. Panitia harus jeli dan cerdas untuk menggali dana dari pihak manapun yang halal dan sehat, artinya, dana tersebut tidak bertentangan dengan aturan kegiatan mahasiswa maupun kebutuhan dan keinginan peserta Temu Teman. Tumpangan politik bisa saja menjadi tawaran tersendiri,tetapi sebisa mungkin panitia dapat mengantisipasi oknum yang akan memanfaatkan Temu Teman sebagai ajang Promosi Politik.

h.    Ijin Keamanan
Perijinan kegiatan kampus dan umum sat ini mulai dibatasi dan dipantau oleh kepolisian,apalagi jika kegiatan tersebut melibatkan massa dan waktunya lama. Sebisa mungkin panitia dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan dan bekerjasama dengan pihak kemanan terkait untuk saling membantu mengamankan.

i.    Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Persoalan bukan hanya pada gedung pertunjukan,tetapi tempat transit untuk peserta, Purwokerto tidak juga memiliki gedung yang memiliki penginapan bebas biaya untuk digunakan. Dukungan dari pihak kampus dan daerah untuk mengantisipasi hal ini sangat diperlukan. Mengenai waktu pelaksanaan akan berbenturan dengan agenda-agenda besar lainnya seperti PEKSIMINAS dan PON Riau. Walaupun kedua agenda itu bukan prioritas mahasiwa, tetapi banyak teater mahasiswa yang terlibat, begitu juga kampus akan lebih banyak memosisikan keduanya dibanding Temu Teman.

H.    REKOMENDASI
Umum
a.    Acara diharapkan melibatkan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung agar masyarakat turut merasakan iklim Temu teman X di Purwokerto ini.

b.    Perbanyak link/jaringan untuk sponsorsip seperti pemerintah daerah dan pusat, dinas/instansi kebudayaan, perusahaan-perusahaan, dan sebagainya. Perkuat lobbying ditingkat kampus demi kesuksesan acara.

c.    Ijin keamanan perlu disertakan dengan baik, ajukan surat bantuan kerjasama pihak terkait seperti kepolisian daerah,keamanan setempat, dan sebagainya.
d.    Tempat dan Waktu yang strategis dan tepat. Tempat pelaksanaan dapat memanfaatkan yang sudah tersedia dan tidak memerlukan biaya yang terlalu besar. Sedangkan waktu pelaksanaan dapat diadakan saat liburan semester genap atau hari non aktif kampus.

e.    Untuk mengatasi masalah membludaknya jumlah peserta yang datang yang berdampak pada konsumsi serta penginapan peserta, maka panitia bisa menyediakan dapur umum dan tenda-tenda alternatif. Panitia tinggal menginformasikan bahwa konsumsi tidak ditanggung panitia melainkan setiap komunitas membawa logistiknya masing-masing (alat dan bahan makanan). Panitia hanya tinggal menyediakan dapur umum. Ini juga menjadi salah satu ruang yang mampu mengakrabkan peserta dan juga sebagai solusi tingginya biaya registrasi yang di keluhkan peserta. Dan bisa jadi tak perlu lagi ada biaya registrasi.

Panitia
a.    Kekompakan Panitia perlu diwujudkan. Kekompakan itu seperti kompak dalam hal atribut, sikap, ucap, etika, yel-yel, mars, maskot, simbol, tanda pengenal untuk panitia,dan sebagainya.

b.    Masing-masing panitia diharapkan membuat jadwal kerja yang memiliki tolak ukur, agar pelaksanaan kerja dapat efektif dan seimbang dengan kebutuhan dan kepentingan pribadi atau komunitasnya.

c.    Wujudkan kebersamaan,kekeluargaan dan persaudaraan yang erat antar panitia maupun peserta.

d.    Antar panitia tidak saling menyalahkan jika terjadi persoalan internal maupun antar personal. Jika terjadi persoalan yang berkelanjutan, maka serahkan pada Dewan Pertimbangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Peserta
a.    Perjelas atribut, souvenir serta tanda pengenal untuk Peserta.

b.    Dimungkinkan peserta akan melebihi standar pelaksanaan tahun lalu,karenanya panitia perlu menyiapkan alternatif untuk mengantisipasinya. Banyaknya peserta liar juga perlu ditempatkan tersendiri oleh panitia.

c.    Berikan lokalisasi khusus untuk peserta yang memanfaatkan momen agar tidak mengganggu pelaksanaan temu teman x.
Konsep Acara

a.    Buatlah Visi, Misi dan Tema serta Sub tema. Sub tema tidak harus terikat dengan tema besar, tetapi sifatnya mendukung tema utama yang diangkat.

b.    Perjelas Tujuan dan Target sesuai Tema acara. Diharapkan Tujuan yang diinginkan seirama dengan target yang ingin diraih.

c.    Buatlah konsep A,B dan C untuk mengantisipasi kegagalan ataupun ketidaktepatan waktu,fasilitas maupun suasana. Diantara hal-hal yang perlu dimasukkan dalam konsep adalah sebagai berikut :
–    Konsep Ruang seperti denah,desain,dan tata ruang.
–    Konsep Acara diharapkan yang efektif,padat tetapi berisi. Jangan biarkan waktu kosong tanpa agenda yang jelas. Untuk mengantisipasi kelelahan dan kebosanan peserta, disediakan waktu istirahat yang khusus,refreshing dan panggung bebas ekspresi (Out door) untuk bermain musik,karaoke,dan sebagainya. Selain acara pokok, juga perlu diadakan semacam acara pendukung untuk memeriahkan Temu Teman X seperti, jalan sehat,outbond,wisata budaya,malam kebhinekaan, dan sebagainya.

d.    Publikasi
Informasi  mengenai proses rapat,  sharing,  diskusi panitia temuteman X perlu selalu di Update di facebook atau Blog sehingga seluruh nusantara dapat mengakses dan mengetahui perkembangan up to date temu teman. Informasi harus kontinyu. Informasi tentang tempat pelaksanaan, kondisi lingkungan sekitar (lengkap dengan foto dan gambar) harus di update jauh hari sebelumnya.

e.    Adanya kurasi pra pertunjukan
Karya yang akan dipentaskan oleh tiap komunitas harus dikirim minimal satu bulan sebelum acara, dalam bentuk CD yang berisi ide/gagasan, synopsis karya, ket.pemain, kebutuhan property, artistik, serta dokumentasi latihan (Foto dan Vidio). Karya yang telah dikirim, kemudian diseleksi oleh panitia sesuai dengan ketentuan yang disepakati panitia atau melalui tim kurator yang telah ditunjuk oleh panitia.

f.    Untuk Waktu dan peluang untuk pertunjukan, berikan waktu dan tempat yang sesuai dengan konsep pertunjukannya. Panitia diharapkan memberikan pilihan ruang yang beraneka untuk peserta mengadakan pertunjukannya. Bila perlu, dekatkan peserta dengan masyarakat agar peserta dan masyarakat bisa saling mengenal dan mengkritisi pertunjukan yang dapat diterima oleh masyarakat.

g.    Workshop
Workshop-workshop yang dilaksanakan selama temu teman sering kurang efektif karena materi yang diberikan terlalu mendasar yang sebenarnya telah didapat dikomunitas masing2. Hal ini karena pemateri tidak paham tentang kondisi teater kampus dan temuteman itu sendiri. Harusnya materi-materi workshop telah masuk pada tahap pengembangan yang up to date terhadap perkembangan teater/kesenian saat ini.

h.    Merancang FGD (Focus Group Discussion)
FGD (Focus Group Discussion) yaitu forum diskusi tentang masalah-masalah kesenian di tiap daerah komunitas. Setiap komunitas mempresentasikan tentang masalah berksenian yang dialami di daerahnya atau di kampusnya. Pola dan gaya berkesenian, wacana-wacana menarik seputar budaya, dll sehingga dapat dipetakan perkembangan kesenian kampus saat ini sekaligus menemukan bersama solusi untuk perkembangan teater kampus kita.

i.    Antisipasi
Untuk mengatasi masalah kurangnya acara, dapat diisi dengan workshop atau sharing tentang apa saja yang menarik didaerah masing-masing karena sesungguhnya temu teman sangat kaya karena pesertanya bukan hanya dari teater saja namun ada juga yang punya pemahaman tentang musik , tari daerah, dan sebagainya yang bisa dirembug dengan komunitas lain. Misalnya teman-teman dari Makassar difasilitasi untuk membawakan workshop tari pakarena, begitupun yang dari sumatera, jawa, dan lain-lain saling memperkenalkan tradisi daerahnya. Bahkan Mungkin saja bisa menjadi sebuah pentas kolaborasi.

I.    PENUTUP
Demikian Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) ini dibuat bersama oleh Tim Formatur. Semoga Juklak ini dapat digunakan dengan baik dan benar dan dapat dilaksanakan untuk kemaslahatan dan kesuksesan Temu Teman X tahun 2012 di Purwokerto-Jawa Tengah.

Purwokerto,  09 Januari 2011
TIM FORMATUR
Koordinator,                                  Sekretaris,

Agus Riyanto                           Dannia Riski Ariani

Iklan
Komentar
  1. lubab(kucing) berkata:

    informasinya kami tunggu secepatnya……..
    komunitas teter unisma.

  2. AKBAR berkata:

    Teman, Kami dari Aliansi Mahasiswa Seni (ANIMASI) STAIN Parepare Memohon untuk dikirimkan Proposal Rincian anggaran Kegiatan ini

Terimakasih Buat Kunjungan Teman-teman semua..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s